Postingan

Menampilkan postingan dengan label organisasi

Kampus Peradaban

Mereka yang mencoba untuk menetralkan suasana dua organisasi yang sama namun berbeda. Hal ini tak ayal. Organisasi extra menjadi korban karena harus selalu mencoba mengikhlaskan kadernya untuk aktif juga di organisasi intra. Bukan berarti saya tidak menyukainya, karena saya berada didalamnya juga. Tapi, apakah ini sebuah keadilan dan kebijaksanaan yang dibuat? “Bukan memikirkan kenapa, tetapi bekerjalah sebagaimana porsinya (professional)”, yah ini kutipan dari seorang kaka kelas yang tidak mungkin saya sebut namanya ditulisan ini. Akhirnya saya mencoba untuk tidak memikirkan kenapa kader tidak terikat dalam gerakan ini. Berawal di kampus peradaban Tepat di tahun 2011, saya masuk sebagai mahasiswa di kampus peradaban ini, mengenal mahasiswa lain dari berbagai daerah. Perubahan drastis ini, membuat kelabakan saya sebagai mahasiswa baru yang tidak terlalu banyak teman yang satu almamater di SMA dlu. Karena, diangkatan saya hanya saya dan ‘Tya’ yang lolos masuk ke kampus peradaba...

Kapal Organisasi

kita sering mengadakan seminar dengan target besar, tapi usaha sedikit. dan sering sekali terhalang oleh sulitnya komunikasi antar kader. bukan karena kita yang asing dan mereka yang enggan terhadap nilai islam. bisa jadi, itu karena kita yang tidak maksimal untuk mengadakan acara besar dengan baik. rapat saja sulit untuk di realisasikan. paling H-3 baru benar-benar kelimpungan untuk meng-ekspos acara ke luar. dana yang dikeluarkan pun tidak sebanding dengan pendapatan yang didapat. yah, ini bukan cermin atas jamaah. ini karena kurangnya komitmen kader didalamnya, kurangnya kesungguhan kader didalamnya, ini karena banyaknya amanah yang dikerjakan kader sehingga dia kurang mengutamakan kegiatan seminar tersebut. jamaah yang sesungguhnya itu fastabiqul khairat  (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan ikhlas didalamnya. jika hal itu yang ditanamkan, mungkin tidak ada lagi yang merasa disakiti, tidak ada lagi yang merasa sakit hati, tidak ada lagi merasa kerja sendiri, tidak ada lagi ...

Pernah rasain ini?

Di waktu yang sama. kita diminta untuk datang dalam acara kajian, tapi dilain tempat juga kita diminta untuk mengikuti kajian juga. belum rapat sebagai panitia ada tiga bagian. entah dari divisi sendiri, divisi orang lain, divisi organ pusatnya. rapat divisi orang lain di organisasi berbeda, rapat di organisasi sedaerah. latihan pengasahan skill, mengajar. dan tuntuttan kuliah. huaah. serasa, diri ini memiliki ribuan tangan untuk menggapai semua ini. lelah memang, tapi ini amanah yang menuntut untuk tetap disini walaupun, kadang tidak full semua aku datangi dan full aku kontribusi disini. tapi inipun menjadi sebuah tanggungjawab, dan konsekuensi atas pengambilan keputusan ku yang lalu. perasaan takut menghantui, takut IP jatuh, takut melukai hati orang lain, takut karena tidak konsisten, takut untuk menghindar. pernah untuk menolak. menurutku, sah-sah saja untuk menolak amanah, karena kita merasa belum sanggup menaruh semua amanah yang memang kita tau kapasitas diri kita. tapi te...