Sayang Anak, Sayang Bangsa

     sumber photo: http://www.sketsaonline.com/selamatkan-dan-peduli-anak-indonesia-sejak-dini/

Resume        : Seminar Sayang Anak Sayang Bangsa (Great children, Save nation)
Narasumber : Hj. Elly Risman Musa, M.Psi (Psikolog Anak dan Pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati)
Waktu          : Selasa, 26 Januari 2016
Tempat         : Audit Harun Nation UIN Jakarta

Mengasuh Generasi Platinum di Era Digital

Bagaimana pola asuh yang baik?
Sebelum jauh membahas pola asuh apa yang harus digunakan saat mengasuh anak, mulailah dengan menengok "siapa saya". Mengenal dengan baik siapa dirinya, darimana ia berasal, sedang dimana, dan mau kemana. Jika sudah selesai semuanya dapat dijawab barulah dengan mudah ia menentukan langkahnya. "Jangan menikah jika belum selesai mengenal dirinya".

Muncul masalah dalam parenting ketika:
*Memiliki masalah yang belum selesai
*Belum kenal diri sendiri
*Bekerja

=> Lingkungan keluarga yang terjadi masalah dalam parenting
1. Umumnya tidak mengenali diri sendiri
2. Orang tua yang tidak siap jadi orang tua
3. Tidak jelas tujuan pengasuhan dan tidak sepakat dengan pasangan
4. Ayah cari uang-ibu mengasuh anak/bekerja
5. Pengasuhan seadanya. DISUB KONTRAKKAN ke orang lain
6. Ayah kurang berperan dalam pengasuhan

Bagi yang sudah berkeluarga tapi belum menetapkan tujuan pengasuhannya, bersegeralah untuk membuat tujuan  pengasuhan. dan tujuan pengasuhan harus disepakati oleh pasangan.
dan bagi yang belum, siapkanlah rancangan untuk membuat "tujuan pengasuhan".

Ayah dibutuhkan dalam memerankan pengasuhan. Banyak sekali Ayah yang kurang dalam pendekatan emosionalnya dengan anak, karena Ayah tidak hadir saat dalam pengasuhan. Maka dari itu kenapa wanita 60% lebih pintar memecahkan masalah dari laki-laki, karena ia seing mengasuh anak.

=> Tujuan pengasuhan
1. Agar anak menjadi hamba Allah yang bertakwa
2. Calon istri/ suami
  Siapkan anak menjadi calon istri dan calon suami. dimana sebuah amanah dibebankan kepada mereka untuk memberitahu dan membekali bagaimana anak menjadi seorang yang bertanggung jawab.
3. Calon ayah/ibu
    Siapkan anak untuk menjadi calon ayah dan ibu
4. Profesional/ entrepreneur (maaf hilang fokus, tidak sempat mendengarkan dan menulis)
5. Pendidik istri, anak & keluarga
    Laki-laki harus menjadi pendidik istri dan anak-anak.
6. Penanggung jawab keluarga
    Anak laki-laki dipercaya untuk mengayom keluarga
7. Pendakwah
    Manusia yang bermanfaat adalah sebaik-baik manusia.

Buatlah kesepakatan dengan pasangan. "Mau dibawa kemana anak kita?"

=> Kekeliruan dalam komunikasi
1. Bicara tergesa-gesa (contoh, : "Rina, kamu datang sekolah ganti baju dulu, udah gitu cuci kaki, jangan lupa makan, itu juga kerjakan PR, bapa nitip beliin rokok. kamu kok masih duduk, cepet Rina, itu juga tuh tas kamu kotor, bersihin, dll")
2. Tidak kenal diri sendiri
3. Lupa; setiap individu UNIK
4. Kebutuhan dan kemauan berbeda
5. Tidak membaca bahasa tubuh (contoh: Rina lagi lari-lari di dalam rumah "Rina, jangan lari di dalam rumah", masih lari. "Rina, jangan lari-lari, nanti jatuh" ketiga kali "Rina, kamu ga denger mama bilang apa yah, jangan lari Rina". tiba-tiba jatuh dan kakinya berdarah. "Tuhkan kata mamah juga apa, jangan lari Rina. Ga mau denger mamah sih, sukurin tuh jatoh kan" padahal anak sedang posisi rukuk dan memegang lutut. seharusnya ibunya langsung mendekat dan menanyakan gimana keadaannya)
6. Tidak mendengar perasaan
7. Kurang mendengar aktif

=>Bicara Gunakan 12 Gaya Populer
1. Memerintah (Bereskan maninan kamu!)
2. Menyalahkan (Itu gara-gara kamu si!)
3. Meremehkan (Begini saja tidak bisa!)
4. Membandingkan (Coba tuh kaya Ayu anak tetangga, dia pinter ranking 1 terus)
5. Mencap/ Label (Dasar bod*h!)
6. Mengancam (kalau ga bobo mamah tinggalin nih)
7. Menasehati (kamu harus nurut sama mamah, surga ada di telapak kaki mamah)
8. Membohongi ("Nanti mamah beliin sepeda baru" padahal cuman ingin anak berhenti menangis saja)
9. Menghibur
10. Mengkritik
11. Menyindir
12. Menganalisa


Jadi orang tua itu sudah harus selesai "inner childnya". Jangan pilih calon mertua yang masih gagal mengekspresikan inner childnya



Semoga bermanfaat ^_^
Shelma
1 Februari 2016 23.48 WIB
@AsramaDzinnurrain Ciputat

Postingan populer dari blog ini

Syarat TES yang baik